Ketika kita berjalan
melewati toko atau supermarket, kamu pasti akan menemukan makanan atau minuman
kemasan. Walaupun tampilan nya sangat menarik, praktis, dan tidak ribet. Akan
tetapi ada dampak buruk dari semua yang kita lihat praktis tersebut.
Masyarakat
modern saat ini sudah mulai bergerak untuk meningkatkan gaya hidup sehat dan
bugar, tapi sayang banget masih banyak juga bahan kimia yang berada disekitar
kita sebagai contoh kecilnya adalah bahan kimia yang disajikan pada makanan
atau minuman kemasan. Yukk! kali ini kita kenali bahan kimia apa saja yang
harus dihindari dan makanan seperti apa saja yang harus kita hindari.
Apa Saja
Bahan Kimia Kemasan Makanan Dan Minuman Yang Harus Dihindari?
Walaupun
makanan dan minuman kemasan lebih menguntungkan kerena tahan lama, akan tetapi
kita juga harus berhati hati terhadap bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan
atau minuman tersebut ya guys..
Berikut
adalah beberapa jenis bahan kimia berbahaya di dalam kemasan makanan atau
minuman yang harus kita hindari atau waspadai :
1. Phthalates
Phthalates merupakan jenos resin plastik yang biasa ditambahkan untuk
meningkatkan kulitas produk. Ikatan bahan kimia ini bersifat Kovalen yang dapat
larut sehingga memiliki potensi yang bahaya dan tinggi. Jika bahan ini sudah
masuk ke dalam system pencernaan manusia, tentu saja bahan kimia ini anak menimbulkan
kesehatan yang kurang baik.
2. Paraben
Paraben merupakan salah satu bahan kimia yang biasanya di tambahkan
kedalam beberapa jenis produk. Bahan kimia ini tidak berlaku saja pada makanan
dan minuman tetapi juga berlaku untuk industri farmasi dan kosmetik
Alasan bahan kimia ini bisa dimasukan ke dalam makanan dan minuman adalah
dikarenakan memiliki sifat antikmikroba dan berfungsi sebagai bahan pengawet.
Dan bondalam tubuh.
3. Bisphenol A
Bisphenol A biasa digunakan untuk membentuk bahan plastik bikarbonat.
Kemasan ini dibuat dengan menggunakan bisphenol A yang menunjukan
fleksibilitas tinggi, transparan yang berkualitas dan tahan terhadap suhu
panas.
Oleh karena itu gak heran kalau bahan kimia yang satu ini banyak
digunakan untuk mengemas produk makanan dan juga minuman. Beberapa pnelitian
juga menunjukan bahwa pengonsumsian bisphelnol dalam dosis rendah dapat
menimbulkan gangguan endokrin dan mengurangi sekresi testosterone.
Zat Per dan Polifluoroalkil (PFAS)
Bahan yang satu ini telah banyak digunakan sebagai bahan pengemas pada
tahun 1940-an. Kemasan yang menggunakan bahan kimia ini dapar bertahan selama
bertahun tahun di lingkungan.
Sayangnya paparan PFA yang berlebihan di hearts tubuh dapat menyebabkan different efek bebahaya antara
lain : menimbulkan kanker, meningkatkan kadar kolesterol, memicu kerusakan
hati, ginjal dan, menggangu fungsi fungsi tiroid
Apa saja
Kandungan Bahan Makanan dan Kemasan yang Wajib Diwaspadai?
Makanan dan
minuman kemasan memang cenderung lebih praktis, walaupun begitu kamu harus
mencermati beberapa bahan dari makanan kemasannya sebelum kamu membelinya.
Biasanya untuk meningkatkan daya tahan, berbagai produk bisa saja menambahkan
berbagai bahan tambahan. Lalu bahan apa sajakah itu yang harus kita waspadai,
berikut adalah contohnya :
1. Lemak Trans
Lemak trans merupakan salah satu bahan yang ditambahkan pada biskuit,
kentang goring, sampai margarin. Wlalupun lemak trans diduga sebagai lemak
sehat, namun penelitian mengatakan bahwa lemak trans memiliki resiko berbahaya
dua kali lipat bagi jantung dan dapat menyebabkan kematian hingga 100.000 orang
per tahun.
Lemak trans sendiri dapat meningkatkan kadar kolesterol buruk ‘LDL’ dan
mampu meningkatkan kadar lipoprotein sehingga arteri pada tubuh tersumbat.
2. Butiran Tepung Halus
Ketika kita membeli makanan kayak biskuit, sereal, atau roti, biasanya
ada label yang menjelaskan tentang pembuatannya yang menggunakan tepung terigu
asli atau terdiri dari butir pilihan.
Namun demikian, konsumsi butir terigu atau gandum berbentuk remah ini
dapat meningkatkan resiko penyakit jantung 20% - 30%. Selain itu, konsumsi
remah yang tinggi juga dapat resisten insulin dan juga tekanan darah tinggi.
3. Sirup Fruktosa Tinggi
Beberapa minuman kemasan manis mungkin tidak mengunakan gula asli sebagai
pemanis rasa. Untuk itu biasanya mereka menggunakan sirup fruktosa dengan kadar
yang tinggi untuk meningkatkan tingkat kemanisannya. Selain terdapat di minuman
kemasan, sirup fruktosa ini juga banyak ditemukan pada makanan beku sampai roti
kemasan.
Beberapa penelitian juga mengatakan bahwa pengonsumsian fruktosa secara
terus menerusdapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan juga diabetes pada
tubuh manusia.
4. Kandungan Gula Tinggi
Pada makanan dan minuman kemasan, kandungan gula dapat dibilang tinggi.
Selain fruktosa, ada 2 jenis gula yang sering sekali digunakan dalam kemasan
produk, yaitu adalah sukrosa dan laktosa. Untuk sukrosa pemanis ini memilki
rasa yang lebih manis dibandingkan dengan laktosa. Sukrosa berasal daribahan
alami, salah satu contohnya adalah tebu.
Sedangkan laktosa adalah gula alami yang dihasilkan oleh susu, walaupun
ini terlihat lebih baik dibandingkan dengan fruktosa, akan tetapi kadar gula
yang tinggi dan berlebihan sangat tidak baik bagi tubuh.
Nahh..itu tadi adalah zat zat bahan kimia makanan dan minuman yang harus
kita hindari dan kandungan makanan dan minuman yang harus kita hindari. Sebagai
pengingat, makanan dan minuman kemasan memanglah praktis untuk di santap, akan
tetapi ada beberapa zat zat bahan kimia yang harus kita kurangi bahkan wajib
kita hindari, kalau tidak akan ada berbagai macam ancaman penyakit yang akan
didapat. Jadi dalam memilih makanan kita harus hati hati ya guys..!. Semoga Bermanfaat!!!
Penulis : Azarine<
Sumber : ngovee.com
Komentar
Posting Komentar