Refleksi kegiatan peer counseling

 Assalamualaikum wr. wb.

Pengalaman saya menjadi konselor adalah ketika ada teman yang curhat saya mendengarkan kan nya dengan baik dan saya memikiikan permasalahkan yang dicurhat kan dan saya memberikan masukan dari masalah yang diceritakan ke saya, lalu saya biasanya memberikan pertannyaan yang mengenai curhatan  yang diberikan kesaya. Tadi saya mendengarkan curhatan teman sekelompok mengenai soal tidur, teman sekelompok saya bilang bahwa dia kesulitan untuk tidur dan walaupun sudah rebahan di kasur dia masih saja belum bisa tertidur dan malah menjadi rishi. Saya menanggapi curhatan tersebut dengan semangat terlebih dahulujika saya juga mengalaminya, dan jika saya tidak mengalami hal yang dicurhatkan saya menanggapinya dengan menasehati dan memberi masukan untuk permasalahan tersebut.

Menjadi konselor adalah membantu seseorang/client dalam menyelesaikan masalah yang sekarang, bukan masa lalu. Nah ini penting, karena konseling hanya berbatas pada permasalahan sekarang dengan mengambil keputusan untuk masa sekarang dan yang akan datang. Ini merupakan benefit juga buat konselor karena konselor akan belajar banyak hal dari client, dan saling belajar antara client dan konselor. Disini kita bisa membantu dan bermanfaat dengan memberi pertimbangan, nasehat, dan lain sebagainya. Dan konselor dapat belajar dan mengambil pelajaran dari masalah (misalnya) yang di alami oleh client yang kita hadapi.

Tahapan saya ketika mendengarkan curhatan saya biasanya memberikan pertanyaan, memberi masukan, menasehatinya dan saya terkadang juga sambil bercanda menanggapinya agar konseli tidak terlalu merasa terbebani oleh masalahnya, dan para konseli juga kebanyakan merasa nyaman atau tidak terbebani ketika curhat dengan saya

Dan setelah itu biasanya para konseli ketika sudah bercurhat dengan saya, mereka lebih have fun dan mereka seketika sudah menemukan jalan yang terbaik dari masalahnya. Saat saya memberi masukan mungkin beberapa kali teman sekelompok saya masih mempertahankan egonya saat itu saya biasanya berfikir sebelum bertindak.

 

Selanjutnya dalam bimbingan konseling ini memiliki sifat kolaboratif dan partnership , yaitu antara konseling atau client dan konselor memiliki kedekatan, namun kedekatan itu memiliki batas dan memiliki kode etik. Jadi dalam bimbingan konseling ini kita harus bisa membatasi diri. Dan jika kita memegang prinsip yang seperti ini, dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan akan bermanfaat tentunya. Karena ini disebutkan dalam ayat alquran yanga ad di juz 2 dan dalam sebuah hadist,  bahwa sayangilah orang itu sewajarnya, karena suatu saat orang yang kamu sayangi itu akan kamu benci. Begitu juga sebaliknya. Jadi jelas, prinsip ini akan bermanfaat bagi kita.

Dalam bimbingan konseling ini dapat kita ambil suatu pelajaran dari client yang kita hadapi bahwa, setiap manusia memiliki kesalahan-kesalahan dan setiap manusia ini berpotensi mengatasi masalahnya. Hanya perlu di gali dan sedikit dibantu saja dengan adanya konselor.

Demikian tulisan pada kali ini, semoga bermanfaat. Dan jangan berpikir ulang untuk menjadi seorang konselor, baik dalam formal maupun infromal, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaaat bagi sesama. J

 

 

Komentar

  1. Assalamualaikum Azarine, Whaaah .. blog kamu sudah bagus kooo! Beneran deh! Simple lagi
    Semangaaaddd !!!!

    BalasHapus

Posting Komentar