Ledakan atau permasalahan populasi bisa terjadi dimana-mana, dan kerusakan alam serta kerusakan mahkluk hidup bisa terjadi kapan saja dan semakin bertambah atau menurun. Masalah lingkungan hidup di dunia semakin banyak dan penting untuk segera dicari solusinya.
Berikut adalah beberapa ledakan populasi dan permasalahan lingkungan hidup yang terjadi di dunia!
Ledakan penduduk dunia
Data terbaru dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bekerja sama dengan University og Washington menemukan hasil terbaru bahwadi tahun 2050, bumi akan ditempati sebanyak 9,6 miliar manusia. Bahkan mereka sudah mencatat dan memperkirakan bahwa pada tahun 2100 bumi akan ditempati sebanyak 11 miliar manusia.
Sebaliknya, penelitian yang dilakukan oleh Global Enviromental Change. Dalam penelitian tersebut, tercatat bahwa abad ini saja bumi akan dihuni oleh 9,4 miliar populasi manusia. Perbedaanya, terjadi penurunan populasi manusia di tahun 2100 menjadi 9 miliar manusia saja.
Data manakah yang benar? kita lihat saja kondisi seratus tahun mendatang
Beberapa tahun belakangan, National Geographic telah mempelajari tentang isu lingkungan, seperti perubahan iklim, energi, ketersediaan makanan, bahkan air bersih. keseluruhan isu lingkungan tersebut ternyata berhubungan dengan ledakan populasi penduduk yang keliatannya kurang terkontrol.
Berdasarkan data PBB, oktober 2011 bumi dihuni lebih dari 7 miliar manusia. Estimasi ini hanya berdasarkan jumlah populasi, angka kelahiran, kematian, dan migrasi. Sementara menurut data yang dihasilkan oleh Bank Dunia, pada tahun 2016, bumi dihuni oleh 7,442 miliar manusia.
Penduduk bumi mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Pada tahun 1900, bumi hanya dihuni 1,6 miliar manusia dan peningkatan dimulai pada tahun 1950 dimana populasi menjadi 2,5 miliar manusia.
Sebuah esai terkenal pada tahun 1798 dibuat oleh the Reverend Thomas Malthus. Esai itu berisi tentang pentumbuhan populasi penduduk yang tak terkendali dan akan terjadinya peningkatan kebutuhan pangan pula. Bila hal ini terjadi dunia "mungkin" akan mengalami kelaparan.
Penelitian Jeffrey Sachs dan paul Ehrlich-mereka melanjutlan esai Thomas Maltus ada sebanyak 800 juta manusia didunia tidak akan bisa makan dengan layak. Penyebab utama dari masalah ini adalah terkait agrikultur. agrikultur adalah suatu upaya untuk memproduksi atau membuat makanan, pangan, serat dan hasil lainnya dalam bidang pertanian yang memerlukan tenaga manusia, yang di dalamnya pun termasuk berbagai jenis tanaman tertentu serta pertambahan pada berbagai hewan lokal.
Ehrlich menyatakan bahwa in permasalahan bukan hanyadari jumlah penduduk dunia, melainkan ledakan populasi penghuni bumi yang akan berpengaruh pada tingkat konsumsi. Penggunaan minyak bumi, gas, dan batubara akan meningkatkan kandungan metana dalam armosfer. Selain itu karbon dioksida juga akan terus meningkat karena penggunaan rumah kaca.
Tak hanya sekedar angka
Populasi penduduk dunia bukan hanya masalah angka semata, tapi juga mengenai kelahiran, kematian, dan migrasi. kelahiran membi ganbaran berapa banyak manusia yang akan bertambah dan berapa lama seorang ibu dapat hidup. Kematian menunjukan berapa lama manusia dapat hidup, sedangkan migrasi dapat melihat tempat tinggal dan perpindahan manusia.
Mengurangi kelahiran adalah salah satu cara penting untuk menghambat pertumbuhan penduduk di dunia. kematian dan migrasi juga memberikan unsur penting dalam strukrur populasi dunia. Tingkat kehidupan yang lebih lama spat meningkatkan popuulasi suatu daerah meningkat atau konstan. sedangkan migrasi dilakukan politik, kondi lingkungan yang buruk, seperti kekeringan air maupun pangan.
pembuangan limbah
Limbah adalah sektor pembuangan, menempatkan atau memasukan limbah atau bahan sisa industri ke lingkungan sungai disekitar tempat penindustrian dengan jumlah konsentrasi yang juga dapat mencemari lautan Indonesia secara tidak langsung. Ada banyak sekali jenis limbah, dari banyaknya jenis-jenis limbah berbahaya tersebut, dapat merusak sekali lingkungan disekitar, terutama limbah plastik dan sampah perkotaan seperti di kali Ciliwung di Jakarta atau kota-kota lainnya di Indonesia dan bahkan negara-negara lainnya.
Selain limbah rumah tangga, limbah sisa hasil sektor industri yang sering dibuang ke sungai juga dapat mengakibatkan ikan-ikan mati dan hancurnya ekosistem sungai. Padahal sungai-sungai ini penting bagi kehidupan ekonomi masyarakat dan penting untuk memasok sumber makanan bagi masyarakat. Pembuangan limbah ini akhirnya akan menyebabkan pencemaran laut dan berujung merussak ekosistem laut atau sumber perikanan. Limbah juga dapat mengkontaminasi saluran air yang menyebabkan kerusakan pada lingkungan laut/sungai disekitarnya.
Tak kalah penting adalah pembuangan limbah nuklir. Pembuangan limbah nuklir memiliki bahaya kesehatan yang luar biasa apalagi akibat radiasi yang dihasilkan. Plastik dan makanan cepat saji adalah limbah yang sering sekali kita temukan diberbagai daerah di Indonesia, justru yang kemasan dan limbah elektronik murah seperti ini juga dapat mengancam kesejahteraan manusia di dunia. Dari awal pembuangan limbah adalah salah satu masalah terbesar di lingkungan hidup, dan masalah ini mendesak bagi lingkungan hidup dan untuk segera dicarikan jalan keluarnya. Karena daerah pembuangan limbah di dunia sangatlah banyak dan luas mungkin butuh beberapa waktu untuk menangani kasus ini.




Komentar
Posting Komentar